»

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Otomotif



Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Otomotif

PENDAHULUAN
Dalam melakukan suatu pekerjaan tentu saja harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel otomotif memang merupakan salah satu aspek penting di lingkungan kerja. Setiap orang yang bekerja di bengkel otomotif seharusnya memahami pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Selain pekerjaan harus terselesaikan juga harus dapat menjamin kesehatan dan keamanannya, dibutuhkan kesadaran tenaga kerjanya dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja, dan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengana prosedur yang ada.
Pelaksanaan keamanan dan kesehatan kerja harus memenuhi sasaran yaitu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, mencegah timbulnya penyakit akibat kerja, mencegah/mengurangi kematian dan cacat tetap, pemeliharaan terhadap peralatan kerja, dapat meningkatkan produktifitas kerja sehingga tenaga kerja tidak harus memeras tenaganya, dapat menjamin keadaan kempat kerja yang aman dan sehat, dapat memperlancar kegiatan dan pekerjaan pada bengkel tersebut. 



Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Otomotif
Dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel otomotif, ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yaitu:
1. Kondisi lingkungan bengkel otomotif (tempat kerja)
Dalam penerapan konsep keselamatan kerja, satu hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana lingkungan kerjanya. Kita harus memahami lingkungan kerja kita sebelum kita menerapkan keselamatan kerja, bengkel otomotif merupakan lingkungan kerja dengan spesifikasi kondisi yang khusus. Di bengkel otomotif ini, kita mendapati banyak kondisi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Setiap kondisi dan alat serta bahan yang kita pergunakan pada saat bekerja harus kita sesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya bahan yang mudah terbakar, bahan yang licin, tajam, dan sebagainya. Hal ini harus kita perhitungkan sebagai aspek keselamatan kerja yang akan kita terapkan. Jika kita mampu menganalisa kondisi lingkungan kerja, maka kita dapat memberikan antisipasi penanganan yang tepat.  Antisipasi penanganan yang tepat ini dimaksudkan untuk menyediakan sarana keselamatan kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini hanya dapat kita lakukan jika kita benar-benar mengenali segala aspek yang ada di lingkungan kerja. Setiap aspek yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja harus kita sediakan sarana keselamatan yang tepat.
Kondisi fisik dari lingkungan kerja perlu diperhatikan, sebab hal tersebut merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menjamin agar tenaga kerja dapat melaksanakan tugas tanpa mengalami gangguan.
Kondisi fisik dari lingkungan kerja misalnya temperatur, kelembaban udara, sirkulasi  udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, yang berpengaruh terhadap hasil kerja.

2.  Beberapa Alat Keselamatan Kerja di Bengkel Otomotif
  • Tabung Pemadam Kebakaran
Beberapa bahan d bengkel otomotif merupakan bahan yang mudah terbakar maka kita     memerlukan alat ini untuk memadamkan kebakaran yang mungkin terjadi.
  • Pasir
Pasir ini kita gunakan sebagai penutup lantai yang tergenang air atu minyak pelumas yang tumpah. Dengan pasir ini, maka tumpahan minyak kita tutupi sehingga tidak menyebabkan kecelakaan saat ada orang yang menginjaknya.
  • Kain Majun
Kain ini kita gunakan untuk mengelap kotoran yang ada di tangan atau alat-alat kerja kita. Dengan kain majun ini, maka kebersihan alat dapat kita pertahankan
  • Serbuk Kayu Gergaji
Serbuk ini kita gunakan untuk menutup genangan air atau terutama minyak pelumas di lantai bengkel. Prinsipnya sama dengan pasir, tetapi dengan menggunakan serbuk kayu ini, lebih bersih dan mudah dibersihkan.

3. Pakaian kerja (Wearpack)
  • Penggunaan pakaian yang benar-benar cocok sehingga tidak mengganggu pekerjaan.
  • Menjaga kebersihan pakaian waktu bekerja sebab oli atau kotoran pada pakaian akan mengotori kendaraan.
  • Sepatu kerja yang mempunyai sol yang tidak licin dan berkulit keras.
  • Saat mengangkat benda-benda berat atau mempunyai permukaan yang tajam menggunakan sarung tangan.
  • Tidak menggunakan sarung tangan saat mengebor dan menggerinda.

4.  Bekerja dengan Aman dan Rapi
Bekerja dengan aman danrapi antara lain dengan  menjaga agar tempat kerja selalu bersih, dan saat pekerjaan selesai kembalikan segala sesuatunya dengan teratur, suku cadang bekas harus dikumpulkan dalam kantong plastik untuk selanjutnya dibuang atau dikembalikan ke pelanggan (customer), memarkir kendaraan yang akan diperbaiki di dalam garis stall, jangan sampai keluar karena akan mengganggu kendaraan lain, tidak menempatkan sesuatu di tengah jalan atau pintu masuk walaupun untuk sementara, karena akan mengganggu mobil keluar atau masuk, tidak meninggalkan kunci atau suku cadang di lantai, dimana dapat menyebabkan anda atau orang lain tersandung atau terpeleset, biasakan menempatkan mereka pada pada caddy atau meja kerja, membersihkan dengan segera setiap bahan bakar, oli atau gemuk yang tertumpah, membersihkan alat-alat atau SST yang telah dipakai.

5. Cara penanganan Kendaraan pelanggan
·      Selama bekerja, pakailah selalu fender cover, seat cover, dan floor cover agar tidak merusak atau mengotori kendaraan.
·      Jagalah selalu kebersihan fender cover dan seat cover.
·      Oli atau gemuk yang ada pada tangan atau alat-alat anda dapat mengotori kendaraan. Karena itu tangan dan alat-alat harus dijaga agar tetap bersih.
·      Jangan sekali-kali memasukkan benda yang tajam seperti obeng ke dalam kantong baju karena dapat merusak kendaraan dan melukai anda sendiri misalnya anda terjatuh.
·      Bersihkan selalu minyak dan oli yang tertumpah sehingga kendaraan tidak dalam keadaan kotor. Jika oli yang tertumpah dibiarkan begitu saja, langganan akan mengira terdapat kebocoran pada kendaraannya, lalu membawanya kembali ke bengkel.
·      Apabila kendaraan tertumpah minyak rem, jangan mengelap tumpahan karena dapat merusak cat. Cara menanganinya adalah dengan memberi air pada tempat yang tertumpah minyak rem.

Perbaikan kendaraan yang sesuai dengan Keselamatan dan kesehatan kerja

KESIMPULAN
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel otomotif antaralain:
  1. Kondisi lingkungan bengkel otomotif (tempat kerja)
  2. Beberapa Alat Keselamatan Kerja di Bengkel Otomotif
  3. Pakaian kerja (Wearpack)
  4. Bekerja dengan Aman dan Rapi
  5. Cara penanganan Kendaraan pelanggan


DAFTAR RUJUKAN
Nuno, Eddy. 2011.  K3 di Bengkel Otomotif, (Online), (http://otto-smkotomotif.blogspot.com/2011/02/k3-di-bengkel-otomotif_27.html), diakses 11 Oktober 2011.
Viklund, Andreas. 2009. Definisi dan Jenis Kondisi Kerja, (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/kondisi-kerja-definisi-dan-jenis.html), diakses 11 Oktober 2011.
















1 komentar:

zaskya shyfa mengatakan...

thanx sis,,bermanfaat sekali,^_^

Poskan Komentar